Manakarra Tower (int).

Manakarra Tower Dikritik Soal Anggaran Pembangunannya

KabarMamuju.com — Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat membangun menara atau Manakarra Tower yang tingginya hingga 70 meter. Ikon baru Kota Mamuju ini bakal menyamai Monas yang ada di Jakarta.

Untuk diketahui pembangunan Manakarra Tower ini berdiri di bekas lahan kantor DPRD Mamuju yang lama. Rencana pembongkaran ini selama 3 minggu untuk membangun tower yang menjadi ikon baru Mamuju.

Dikabarkan jika anggaran pembangunan tower tersebut dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 33 miliar.

Sementara itu dalam pembangunannya beberapa organisasi kepemudaan mengkritik jika anggaran untuk pembangunan tower tersebut dinilai pemborosan anggaran.

Ketua Pimpinan Kota Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Mamju, Muhammad Suyuti menilai jika anggaran tersebut sebaiknya dialokasikan untuk peningkatan hasil produksi pangan semisal petani, peternak hingga nelayan.

“Sebaiknya dialokasikan ke beberapa sektor, untuk petani misalnya, nelayan dan juga para peternak kita di Mamuju,” ujar Muh Suyuti.

Sementara itu Bupati Mamuju, Habsi Wahid juga menanggapi pembangunan tower tersebut dengan tidak dibandingkan dengan sektor lain, apalagi penganggarannya tidak sekaligus, tetapi multiyear hingga 2021.

“Kemiskinan masih ada, kalau kemiskinan kita hadapkan dengan 30 milliar lebih itu, tentu itu tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Habsi Wahid, Rabu (9/10).

Bupati Habsi menambahkan, jika pembangunan Tower Manakarra ini nantinya banyak manfaatnya, dimana selain jadi ikon Mamuju juga meningkatkan PAD dari obyek wisatanya nanti.

Manakarra Tower Dikritik Soal Anggaran Pembangunannya
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
Share on telegram
Telegram

Kabar Terbaru

Kabar Terkait