Mengadu Nasib, Kabupaten Mamuju Tengah Kedatangan Warga Bogor

KabarMamuju.com — Sebanyak 23 warga dari 5 kepala keluarga (kk) dari Kabupaten Bogor menuju Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Rombongan warga Bogor tersebut dilepas secara langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Bogor, Jalan Semeru, Bogor Tengah, Sabtu (30/11) lalu.

Program transmigrasi ini menurut Bupati Bogor Bima Arya sudah lama dilakukan dan hal ini menjadi hal positif untuk masyarakat mengawali kehidupan baru dengan memilih bekerja di luar Kota, apalagi di wilayah Sulawesi bagian tengah yang memiliki peluang bisnis yang menjanjikan.

“Insya Allah bapak dan ibu sekeluarga akan memulai babak baru, hidup baru. Atas nama Pemkot Bogor izinkan saya menyampaikan ucapan selamat karena bapak ibu telah membuat keputusan yang berani tapi tentunya penuh dengan persiapan untuk mengawali kehidupan yang Insya Allah lebih baik dan penuh dengan barokah,” ungkap Bima Arya.

Bima Arya juga berjanji, akan sesekali ke Mamuju Tengah menilik warganya yang mengadu nasib di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kota Bogor Samson Purba mengungkapkan warga yang berangkat ini memiliki semangat dan motivasi tinggi. Terbukti mulai dari proses perekrutan sekitar 7 bulan lalu, mereka terus mengikuti tahapan demi tahapan, tidak pernah ingin mundur.

“Malah mereka lebih aktif menanyakan dan akhirnya hari ini mereka diberangkatkan oleh Bapak Wali Kota Bima Arya,” terang Samson.

Kadisnaker Bogor, Samson menambahkan, tidak sekedar administrasi kependudukannya, peserta transmigrasi ini juga telah dibantu untuk pengurusan pemindahan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

“Kami juga ikut memindahkan sekolah anak-anaknya ke Mamuju. 5 KK ini berbeda-beda profesi sebelumnya. Ada yang sebelumnya driver ojek online, sopir angkot dan pekerja serabutan. Di Mamuju Tengah mereka akan mendapatkan 1 hektar lahan yang bisa dimanfaatkan untuk tahun pertama, tahun ketiga mendapatkan 2 hektar, tahun kelima sertifikat keluar,” jelasnya.

Lahan tersebut, kata dia, akan dimanfaatkan peserta transmigrasi untuk pertanian.

“Di sana mereka akan bertani. Kebetulan iklim daerah yang dituju itu sama seperti daerah Puncak, Bogor. Jadi, mereka akan bertani palawija. Meski latar belakang sebelumnya bukan petani, mereka sudah diberikan pelatihan pertanian selama dua minggu di Cianjur. ” katanya.

Untuk kebutuhan tempat tinggal, peserta transmigrasi asal Kota Bogor sudah disiapkan tempat tinggal yang jauh lebih nyaman dari tiga tahun sebelumnya.

“Karena sekarang di sana mereka mendapatkan rumah yang sudah tembok permanen dan alat-alat rumah tangga kita penuhi semua. Layak sekali. Karena pakai tipe 36 untuk rumah. Sudah ada akses jalan, air bersih dan tiang listrik sudah ada artinya listrik akan masuk. Sementara kami fasilitasi genset dulu. Untuk kebutuhan hidup kami berikan selama 12 bulan,” bebernya.

Sebelumnya beberapa tahun lalu di era Gubernur Sulbar periode 2010-2016, mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh telah mencanakan transmigran. Bahkan diakuinya sejak tahun 2016 di masa akhir jabatnnya itu sektor pertanian dan perikanan juga berhasil menyumbangkan pertumbuhan ekonomi Sulbar, sehingga ekonomi daerah itu mengalami peningkatan.

“Delapan tahun setelah Sulbar menjadi provinsi baru di Indonesia, ekonomi Sulbar melejit tumbuh dari empat persen menjadi 15 persen itu karena program transmigrasi. Begitu juga dengan angka kemiskinan diturunkan dari 27 persen menjadi 11 persen,” kutipan Anwar Adnan Saleh pada 23 Maret 2016 lalu.

Terpisah dengan Bupati Mamuju Tengah, H Aras Tammauni mengatakan, jika untuk permukiman transmigrasi telah ditempatkan di wilayah Tobadak Empat Mamuju Tengah, bahkan telah sudah ada 40 unit rumah dan menyusul tambahannya lengkap dengan fasilitas kesehatan dan sekolah juga sudah terbangun.

“Para transmigrasi diberikan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan kami harapkan mereka dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan mereka sekaligus dapat mendorong peningkatan perekonomian di Mamuju Tengah,” ujar Aras Tammauni.

Mengadu Nasib, Kabupaten Mamuju Tengah Kedatangan Warga Bogor
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print
Share on telegram
Telegram

Kabar Terbaru

Kabar Terkait